Peluk daku, guru
Cuaca panas sekali tadi di sekolah,
angin sepoi lembut bertiup,
tak mampu menguapkan keringatku,
semua teman di kelas mengeluh,
pak guru bercucuran keringat di keningnya,
bu guru menguncir rambutnya ke atas,
tengkuknya sudah basah
andai saja kelasku ber-ac seperti sekolah di jakarta.
Peluk daku, guru
Sedang kutimang
black berry di tanganku,
mencari ide
untuk mengirim
message ke temanku,
di kamarku yang terasa sejuk menggigit,
setelah duduk nyaman di mobil
crv papi,
dan makan siang ayam goreng
kentucky kesukaanku tadi.
Peluk daku, guru
Terasa sunyi di rumah,
mami ke salon langganannya,
papi main golf bersama rekan bisnisnya,
adik kecil dijaga suster yang pendiam,
sambil menonton cerita artis
yang tak tahu malu,
di layar
tivi 52 inci.
Peluk daku, guru
Sedang kunikmati
game
counter strike kesukaanku,
suara letusan senapan
terasa merdu di telingaku,
dentumannya mengiang di benakku,
andai saja besok minggu aku diajak
ke medan pertempuran di pantai sana,
menjadi serdadu
beneran,
walau cuma sesaat,
rasanya pasti menyenangkan.

Peluk daku, guru
Banyak fasilitas mengelilingiku,
banyak limpahan materi di sekelilingku,
tapi hatiku hampa,
tak ada kehangatan cinta di dalamnya,
orangtuaku sibuk dengan acaranya,
aku dianggap pajangan di rumah,
ditinggal semaunya,
irama hidupku hanya mengikuti jadwal,
sekolah, les, les, game, tidur.
Peluk daku, guru
Kucari teman sekolah lewat
bbm,
tak banyak teman yang punya
bbm rupanya.
hanya si tengil badu yang punya,
tapi aku tak suka dia.
si tengil itu suka pamer sepatu
nike baru,
padahal kutahu itu palsu imitasi.
kucoba ke rumah budi di ujung kota sana,
yang pintar, baik hati dan peduli,
tapi mami melarangku,
kata mami, rumahnya pondok sempit dan kusam,
banyak kotoran binatang di depan rumahnya,
bajunya lusuh terkikis tahun,
rasanya tidak cocok bermain dengannya, kata mami.
Peluk daku, guru
jadilah aku burung di sangkar emas,
indah dipandang,
tak punya kebebasan,
gemerlap ditimang - timang,
galau di perasaan,
hanya bisa melewati hari demi hari,
entah apa yang dicari.
Peluk daku, guru
tak tahu lagi aku apa itu kasih sayang,
tak tahu lagi aku apa itu kebahagiaan sejati,
tak tahu lagi aku arti jati diri.
Peluk daku, guru
masihkah ada kehangatan cinta untukku ?